PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN DI KANTOR
PERTAMBANGAN DAN TENAGA KERJA KABUPATEN
PANGKAJENE DAN KEPULAUAN
I.
PENDAHULUAN
Perkembangan
teknologi informasi ini semakin pesat. Pengelolaan data untuk menghasilkan
informasi yang tepat, cepat dan efektif merupakan harapan semua instansi.
Termasuk kantor pertambangan dan tenaga kerja Kabupaten Pangkajene dan
kepulauan (Pangkep). Oleh karena
itu, pembangunan suatu
sitem informasi pada instansi tersebut perlu dipikirkan agar pengelolaan
data penggajian dapat
dilaksanakan dengan prinsip tepat waktu, tepat guna, tepat sasaran dan dapat dipertanggunjawabkan.
Pengelolaan penggajian pegawai menjadi suatu keharusan, mengingat kompleksitas permasalahan
yang dihadapi dalam mengelola data-data pegawai khususnya yang berkaitan dengan
penggajian. Dengan sistem yang terkomputerisasi pekerjaan tersebut dapat
dilakukan secara professional, tapi itu tergantung dari desain system yang
memungkinkan pengolahan data melalui suatu sistem informasi. Pengolahan data
penggajian di bagian kepegawaian kantor Pertambangan dan Tenaga Kerja Kabupaten
Pangkep belum mengoptimalkan jasa komputer dalam bentuk sistem informasi. Sementara
dengan volume pekerjaan yang ada cukup banyak, telah menimbulkan berbagai akses
terutama keterlambatan pegawai menerima gaji yang secara tidak langsung
mempengaruhi kinerja pegawai dalam melayani masyarakat. Oleh karena itu,
dianggap perlu adanya suatu sistem perangkat lunak (software) yang cocok untuk
diaplikasikan di kantor Pertambagan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pangkep yang
efektif dan efisien baik dari segi biaya, tenaga, waktu, dan kinerja sistem
yang digunakan. Untuk mengadakan software seperti yang dimaksud, perlu
dirancang suatu sistem informasi penggajian yang baru. Ada beberapa hal yang
harus diketahui sebelum merancang suatu sistem informasi, yaitu :
Analisis
sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam
bagianbagian
komponen dengan maksud
untuk mendefinisikan dan mengevaluasi permasalahanpermasalahan,
kesempatan-kesempatan,
hambatanhambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga
dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya (Jogiyanto, 1995). Perancangan sistem
adalah pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional dan persiapan untuk merancang
bangun implementasi, menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk. Pada tahap
ini akan diperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang alas an untuk
mengembangkan sistem yang baru dan akan ditetapkan pula ruang lingkup dari
sistem itu.
Menurut
D. Suryadi (1997). Perancangan sistem informasi adalah untuk menggambarkan secara
menyeluruh terminology yang digunakan serta bagaimana masing-masing komponen rancangan
sistem masukan, keluaran pemrosesan, pengendalian, database, dan platform yang
akan dirancang. Pengolahan data merupakan aktivitas dalam mengolah data baik
berupa bentuk, susunan, sifat atau isinya menjadi informasi yang memberikan manfaat
dalam mencapai tujuan. Data adalah bahan mentah yang harus ditangani atau
diproses sehingga menghasilkan informasi yang berguna bagi penerima.
Dengan
menggunakan jasa computer dalam bentuk sistem informasi maka informasi yang
dibutuhkan melalui pengolahan data informasi penggajian pada instansi dapat
dilakukan tanpa memerlukan waktu yang
lama. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini :
a. Merancang
suatu sistem informasi penggajian di Kantor Pertambangan dan Tenaga Kerja
kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
b. Menghasilkan
suatu sistem informasi yang berbasis database yang mampu mengatasi
kekurangan pada sistem
manual yang digunakan di Kantor Pertambangan dan Tenaga Kerja
kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan., sehingga waktu yang digunakan dalam proses pengolahan data gaji
pegawai dapat lebih cepat, tepat dan akurat
II. METODE
Metode
yang akan digunakan dalam Penulisan makalah ini adalah perancangan sistem dan pengujian
penggunaan sistem.
Rancangan sistem secara umum
Pada
tahap rancangan sistem secara umum, komponen-komponen sistem informasi akan
dirancang dengan tujuan
untuk dikomunikasikan kepada pemakai.
1). Diagram konteks
Diagram
konteks sistem informasi penggajian pada Kantor Pertambangan dan Tenaga
Kerja Kabupaten
Pangkajene dan kepulauan adalah
sebagai berikut :
2). Diagram Berjenjang
Diagram
berjenjang adalah merupakan diagram yang menggambarkan urutan-urutan proses yang
terdapat atau yang telah digambarkan pada diagram konteks.
3). Diagram Arus Data
Merupakan
diagram yang diturunkan langsung dari diagram proses berjenjang, dimana
urutan-urutan proses
lebih mendetail dari diagram berjenjang.
4). Kamus Data
Kamus
data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dan suatu
sistem informasi. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada pada diagram
arus data.
TABEL 1. Kamus Data
Bagian
Kamus Data : Arus Data
Nama Arus Data :
Bidang/Departemen
Penjelasan : -
Struktur Data : -
Bentuk : Dokumen
Arus : 1.3P
File :
Bagian.dbf
|
No
|
Nama
|
Item Data
|
Tipe
|
Lebar
|
Ket
|
|
1
|
|
Kd Bagian
|
C 6
|
|
Departemen
|
|
2
|
|
Bagian
|
C23
|
|
Departemen
|
TABEL 2. Kamus Data
Pegawai
Kamus Data : Arus Data
Nama Arus Data :
Data Pegawai
Penjelasan : -
Struktur Data : -
Bentuk : Dokumen
Arus : 1.1P-2.1P, 34P
No. Nama
Item Data
Type Lebar Keterangan
1. Nip C 9 Nomor Induk Pegawai
2. Nama C 20 Nama
3. Tgl_Lahir D 8 Tanggal
4. Alamat C 25
LAalahmirat
5. Pangkat C 12
PPaegnagwkaati
6. Golongan C 5 Golongan
7. S_Pnd C 15 Strata Pendidikan
8. Agama C 17 Agama
9 Status L 1 Status
10. J_Anak N 2
Jpuemgalwaha iAnak
TABEL 3. Kamus Data Gaji
Kamus Data : Arus Data
Nama Arus : Data
Gaji
Penjelasan : -
Bentuk : Dokumen
Arus : 2.1P-P,3.3P
File : Gaji.dbf
No. Nama
Item
Type Lebar Keterangan
1. Nip C 9 Nomor Induk
2. Gapok N 12 PGeagjia
wPoaki ok
3. Tujis N 12 Tunjangan Istri
4. Tuja N 12 Tunjangan Anak
5. T_Jab N 12 Tunjangan Jabatan
6. T_Beras N 12
Tunjangan Beras
7. PPh N 12 Pajak Penghasila
8. Pll N 12 Potongan Iain-lain
9. Tpot N 12 Total Potongan
10. Gaber N 12 Gaji
bersih
11. Kd_ Bagian C 6 Kode Departeme
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Rancangan Sistem secara Umum
a) Rangan Output Secara Umum
Pada
tahap rancangan output secara umum ini hanya diperlihatkan untuk menentukan kebutuhan
output dari sistem baru.
TABEL 4 Rancangan Output
Secara Umum
No. Nama
Output
Format
Output
Media
Outpu
Periode
1. Output Data Pegawai Berdasarka
Tabel Layar/ Kertas Sesuai kebutuhan
2. Output Rekap Tabel
Layar/ Kertas Setiap bulan
3. Output Slip Gaji Tabel
Layar/ Kertas Setiap bulan
4. Output Data PegawaiTabel
Layar/Kertas Sesuai Kebutuhan
b) Rancangan input secara umum
Alat
input dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu alat langsung dan alat
input tidak langsung. Adapun rancangan input secara umum dapat dilihat pada
tabel berikut:
TABEL 5.
Rancangan Input Secara Umum
No. Nama
Input
Sumber
Input
Periode
1. Input Data Pegawai Keyboard
Setiap ada pegawai baru
2. Input Data GajiKeyboard
Setiap bulan
3. Input Data Bagian Keyboard
Sesuai Kebutuhan
c) Rancangan Basis Data secara umum
Adapun
file-file yang dibutuhkan oleh system yang dirancang adalah Master_Peg.Dbf,
Gaji.Dbf,dan Bagian.Dbf
3.2 Rancangan Sistem secara Terinci
Rancangan
sistem secara umum merupakan persiapan dari rancangan terinci yang akan diuraikan
secara teknis dengan metode pendekatan perangkat lunak yang ada. Untuk itu akan
dijelaskan sebagai berikut:
a) Rancangan output secara terinci
Bentuk
rancangan Output terinci dapat dilihat pada gambar berikut:
DINAS PERTAMBANGAN DAN TENAGA KERJA KABUPATEN PANGKEP
TABEL 6 Rancangan Output Pegawai
Berdasarkan Golongan
Golongan : xxxxxxxx
|
NIP
|
NAMA
|
STATUS
|
STRATA
|
PENDIDIKAN
|
GAPOK
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
TABEL 7. Rancangan
Output
Slip Gaji Pegawai
SLIP GAJI PEGAWAI
Nip :
Nama :
Pangkat :
Golongan :
Jabatan :
Gapok :
Tunjangan istri :
Tunjangan anak :
Tunjangan jabatan :
Tunjangan beras :
Jumlah tunjangan :
Gaji kotor :
PPh :
Potongan Iain-Iain :
Jumlah potongan :
Gaji bersih :
Implementasi
Tahap
implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan.
Tahap ini termasuk juga kegiatan menulis kode program. Rancangan aplikasi
dirancang dengan menggunakan pemrograman Visual Foxpro 6.0 yang berorientasi
objek dan dapat diaplikasikan melalui fasilitas windows. Spesifikasi computer yang
disarankan untuk mengoperasikan system tersebut adalah minimal Pentium III.
Pengujian Sistem
Pengujian
sistem dilakukan untuk menguji efektivitas dari software yang digunakan, mulai dari
rancangan databasenya, rancangan interface dan kode program. Selain itu juga
memberikan kesempatan kepada pemakai sistem dengan melakukan proses pemasukan
data serta
memperhatikan apakah
software ini dapat dioperasikan atau tidak serta melakukan pengecekan terhadap
laporan-laporan dalam hal ini laporan yang dihasilkan oleh software untu mengantisipasi
kesalahan-kesalahan dalam pelaporan nantinya, serta kemungkinan adanya
perubahan atribut yang
diinginkan oleh pihak Kantor Pertambangan dan Tenaga Kerja di
Kabupaten Pangkajene dan
Kepulauan Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan
penyebaran kuisioner yaitu dengan mengamati secara langsung pelaksanaan
kegiatan pengolahan data penggajian di Kantor Pertambangan dan Tenaga Kerja di Kabupaten
Pangkajene dan Kepulauan, mewawancarai setiap pegawai yang terlibat langsung
dalam proses pengolahan data penggajian pegawai serta menyebarkan kuisioner
kepada sampel yang telah dipilih staf pegawai yaitu, 15 responden.
Teknik
yang digunakan dalam pengolahan data adalah teknik non parametrik dengan uji urutan
bertanda wilcoxon, yakni pengolahan data dengan menggunakan analisis kualitatif
dimana data hasil wawancara dan pengisian kuesioner dari responden mengenai
sistem informasi yang telah dirancang, dapat digunakan sesuai dengan harapan, efektif
dan efisien baik dari segi waktu, tenaga dan biaya.
Efisiensi Proses Penggajian Pegawai.
Untuk
menguji hipotesis yang telah diajukan yaitu efisiensi proses penggajian pegawai
di Kantor Kantor Pertambangan dan Tenaga Kerja Pangkajene Kepulauan setelah
menggunakan fasilitas computer yang sudah dilengkapi dengan software baru,
digunakan statistik Non-parametrik dengan uji urutan bertanda wilcoxon dengan prosedur
sebagai berikut:
1. Menentukan Ho dan H1
Hipotesa
pertama (Ho) adalah bahwa sistem sekarang yaitu dengan menggunakan software
baru dalam melakukan aktivitas pengolahan penggajian pegawai sudah efesien. Sementara
hipotesa alternatif (Hi) adalah bahwa sistem lama masih lebih efisien dibanding
dengan sistem baru.
2. Menentukan Nilai
Kritis
Misalnya
digunakan tingkat signifikan 0.05. karena pengujiannya searah kanan n = 15, maka
dengan bantuan tabel nilai kritis dalam uji urutan bertanda wilcoxon pada
lampiran 3 diperoleh nilai kritis sebesar 30.
3. Menentukan t
statistik melalui tahap-tahap berikut:
a. Menentukan besar beda tanda pasangan seperti yang ditujukan pada
kolom ke-4.
b. Mengurutkan beda tanpa memperhatikan tanda kolom 5 atau angka
satu (1) dirancang untuk beda yang terkecil. Jika terdapat beda tanda yang
sama, maka digunakan rata-rata. Misalnya pada tabel ada dua Memisahkan angka
yang bertanda positif dari angka yang bertanda negatif.
c. Langkah terakhir adalah menjumlahkan semua angka positif dan
kemudian semua negatif, yang lebih kecil dari nilai absolute kedua jumlah itu
dinamakan nilai statistik t yang akan menjadi dasar uji bertanda wilcoxon.
4. Membuat keputusan
secara statistik
Aturannya
adalah jika statistik t ≤ nilai kritis, maka hipotesis nol (Ho) diterima,
sebaliknya jika nilai t statistik ≥ dari nilai kritis maka hipotesa alternatif
(Hi) diterima. Dari segi Waktu
TABEL 8. Perhitungan Efisiensi Untuk Uji Urutan Bertanda Wilcoxon
Ditinjau Dari Segi Waktu
|
responden
|
System skrng
|
Sistim baru
|
Beda tanda
|
Urutan benda
|
+/-
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
(7)
1 5 7 2 7 7 -2 3 5 2 7 7
-3 8 9 1 2,5 2,5 -4 6 8 2 7 7 -5 7 8 1 2,5 2,5 -6 4 6 2 7 7 -7 4 7 1 10,5 10,5
-8 5 9 4 12,5 12,5 -9 4 9 5 14,5 14,5 -10 5 7 2 7 7 -11 2 1 1 ? 5 2,5 -12 3 8 5
14,5 14,5 -13 6 9 3 10,5 10,5 -14 3 4 1 2,5 2,5 -15 5 9 4 12,5 12,5 -
Jumlah 120 0
Berdasarkan
perhitungan dengan uji urutan bertanda wilcoxon t = 0, sehingga didapatkan bahwa
nilai statistik t < nilai kritis. Oleh karena itu, maka H0 diterima, H1
ditolak. Dengan kata lain bahwa penggunaan fasilitas komputer yang sudah menggunakan
software baru dapat optimal, dengan demikian proses pengolahan data gaji pegawai
di Kantor Pertambangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pangkep dapat berjalan secara
efisien bila menggunakan program yang telah dirancang
.
Dari Segi Tenaga
Berdasarkan
perhitungan dengan uji urutan wilcoxon ( lihat tabel 9 ) diproses t = 0,
sehingga didapatkan bahwa nilai statistik t < nilai kritis. Oleh karena itu,
maka H() diterima Hi ditolak. Dengan kata lain bahwa penggunaan fasilitas komputer
yang sudah dilengkapi software baru dengan optimal. Dengan demikian, proses pengolahan
data gaji pegawai di Kantor Pertambangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pangkep
dapat berjalan secara efektif.
TABEL. 9 Perhitungan Tentang Efisiensi Untuk
Uji Urutan Bertanda Wilcoxon Ditinjau Dari Segi Tenaga Kerja
|
Responden
|
Sistim skrng
|
System baru
|
Beda tanda
|
Urutan benda
|
Urutan tanda positif
|
Urutan tanda negatif
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
(7)1 6 8 2 7 7 -2 1 3 2
7 7 -3 3 5 2 7 7 -4 2 3 1 2 2 -5 4 8 4 14 14 -6 5 8 3 12 12 -7 6 9 3 12 12 -
8 4 6 2 7 7 -9 3 4 1 2 2
-10 4 7 3 12 12 -11 4 9 5 15 15 -12 8 9 1 2 2 -13 7 9 2 7 7 -14 5 7 2 7 7 -
15 2 4 2 7 7 -
Jumlah 120 0
Dari Segi Biaya
TABEL 10 Perhitungan Ten Tang Efisiensi
Untuk Uji Urutan Bertanda Wilcoxon Ditinjau Dari Segi Biaya
|
Responden
|
Sistim skrng
|
System baru
|
Beda tanda
|
Urutan benda
|
Urutan tanda positif
|
Urutan tanda negatif
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
1 1 4 3 10 10 (7-)2 6 9
3 10 10 -3 3 8 5 14,5 14,5 -4 3 4 1 2,5 2,5 -5 5 7 2 6,5 6,5 -6 2 4 2 6,5 6,5
-7 6 7 1 2,5 2,5 -8 3 7 4 12,5 12,5 -9 1 6 5 14,5 14,5 -10 2 4 2 6,5 6,5 -11 6
8 2 6,5 6,5 -12 2 5 3 10 10 -13 4 5 1 2,5 2,5 -14 2 6 4 12,5 12,5 -15 8 9 1 2,5
2,5
Jumlah 120 0
Berdasarkan
perhitungan dengan uji urutan wilcoxon diproses t = 0, sehingga nilai statistik
t < nilai kritis. Oleh karena itu, maka H0 diterima H1 ditolak. Dengan kata
lain bahwa penggunaan fasilitas komputer yang sudah dilengkapi software baru
sudah optimal, sehingga proses pengolahan data gaji pegawai di Kantor
Pertambangan dan Tenaga Kerja Pangkajene Kepulauan tidak lagi menghabiskan
biaya yang tinggi.
IV. SIMPULAN
Kesimpulan
yang dapat diambil setelah melakukan perancangan dan pengujian hasil rancangan
adalah :
1. Bahwa sistem pengolahan data penggajian yang diusulkan ternyata
dapat mengefesienkan
dan mengefektifkan
waktu, tenaga dan biaya.
2. Bahwa penggunaan sistem komputerisasi yang baik, mampu memberikan
informasi yang
dibutuhkan dengan tepat
sesuai dengan kebutuhan sehingga dapat membantu dalam pengambilan keputusan
yang berhubungan dengan penggajian.
DAFTAR PUSTAKA
Fathansyah, 1999. Basis Data. Informatika,Bandung.
Gordon Davis, 1995. Sistem Informasi Manajemen. Cetakan Kesembilan. PT.Gramedia,Jakarta.
Jogiyanto, H. M., 1995. Pengenalan Komputer.Edisi 2, cetakan Pertama. Andi Offset,
Yogyakarta.
Jogiyanto, H. M., 1995. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Andi Offset,
Yogyakarta.
Kadir Abdul, 1994. Pemrograman Basis Data dengan Visual Foxpro 5. Andi Offset,
Yogyakarta.
Kristanto Harianto,
1998. Konsep dan Perancangan Data Base. Cetakan ketiga.Andi
Offset, Yogyakarta.
Suryadi, 1997. Pengantar Pengembangan Sistem Informasi. Cetakan kedua. Andi
Offset,
Yogyakarta.
DAFTAR
ISI
I.
Pendahuluan
II.
Metode
→
Rancangan system secara umum
→
Kamus data
III.
Hasil dan Pembahasan
→
Rancangan system secara umum
→
Rancangan system secara terinci
·
Implementasi
·
Penguji system
·
Efisiensi pengkajian pegawai
IV.
Simpulan
V.
Daftar Pustaka
KATA
PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kepada Allah SWT karena
rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada
waktunya.Saya juga mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing mata kuliah
SIM Bp.Suartin.MT atas bimbingannya.
Makalah ini saya buat sebagai latihan dalam
penerapan Sisitem Informasi, berjudul” PERANCANGAN SISTEM
INFORMASI PENGGAJIAN DI KANTOR
PERTAMBANGAN DAN TENAGA
KERJA KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN” dan semoga
makalah ini dapat menambah pengetahuan saya tentang mata kuliah SIM.
Saya menyadari bahwa
dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu, saya
sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua. Amin….
Padang, Juli 2012
Penulis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar